Pages

Showing posts with label friend. Show all posts
Showing posts with label friend. Show all posts

Saturday, April 12, 2014

Friendship

Friendship,, berteman,, bersosialisasi..
Untuk hal yg satu ini kadang membuatku cape.. Kita harus beradaptasi dengan lingkungan sekitar dan berusaha agar mereka bisa menerima kita dalam lingkungan itu atau komunitas itu.. Terkadang sampai harus mengorbankan diri kita dan tidak bisa menjadi diri sendiri lagi.
Untungnya seiring berjalannya waktu kita bisa mengenal satu per satu orang2 yg berada di komunitas tersebut. Dengan mengenal karakter mereka maka kita bisa membina hubungan baik dengan mereka. Tak menutup kemungkinan untuk memilih teman yg berkarakter baik. Untuk yg memiliki karakter yg kurang cocok dengan kita alangkah baiknya untuk kita tidak memaksakan diri dengan mereka..
Sejauh perjalanan saya bersosialisasi,, saya sudah cukup banyak mengenal karakter2 orang. Apalagi melihat cara mereka satu per satu memperkenalkan diri mereka dan pembawaan diri mereka untuk bisa diterima di suatu komunitas. Ada yg mencoba menyamakan status sosialnya, menyamakan hobi, menyamakan cara berbicara, cara berpakaian, gaya hidup, sampai2 mereka lupa identitas mereka yg sebenarnya. Mungkin ada yg bisa survive dengan cara mereka masing2, tapi ada jg yg pd akhirnya cape dan perlahan mundur dari komunitas itu. Ada jg yg sudah berkorban demi diterima di komunitas itu tapi tetap tidak bisa diterima oleh mereka karena beberapa hal.

-bersambung-

Wednesday, October 31, 2012

Emotional event..

Ya Tuhan,, ret2 ini berlangsung sangat emosional... Menuntut konsentrasi tinggi untuk bs benar2 mengalami pemulihan.. Tp, pd titik dmana saya ingin mencurahkan semuanya, pd akhirnya saya hanya bs menangis tersedu2 tanpa ada yang memperdulikan... Dan saya hanya bisa menahan kembali itu semua dan kembali memendamnya sedalam mungkin... Kupikir mungkin blm saatnya aku mengutarakan semua ini... Tapi,, selalu kupercaya Tuhan Yesus tidak pernah tinggal diam.. Ia selalu perduli akan pergumulan umatNya.. Takkan pernah ku ditinggalkan sendirian.. Ia secara bertahap membuka jalan atas pergumulanku.. Dan kupercaya proses itu sudah dimulai setelah kepulanganku ke JKT.. Tanda2 itu seakan mulai nyata... Kuberharap semoga aku dapat melalui semua proses ini sekalipun itu menyakitkanku... Lindungi aku selalu Ya Tuhan,, besertalah diriku selamanya...

Ada seorang teman yang mendapatkan penglihatan tentang diriku.. Dia berkata kalau dia melihat ruang bawah tanah ketika dia akan mendoakanku, dan kupikir mungkin itu adalah ruangan di mana ku menaruh semua pergumulanku selama ini... Dan itu semuanya hanya Tuhan dan aku saja yang bisa masuk kesana...

Dan setelah beberapa hari,, air mata ini menjadi lebih sering ingin dikeluarkan... kebetulan kah?

Really need someone to share... but, dunno who I can count on...